Sepenggal Cinta di Orchard Road Singapore

Sepenggal Cinta di Orchard Road Singapore

Sepenggal Cinta di Orchard Road Singapore

“Belum ke Singapore kalau belum menelusuri kawasan shopping terkenal dan menemukan sepenggal cinta di Orchard Road Singapore  !” kata seorang teman.  Menurutku, Orchard ya gitu-gitu aja. Kalau mau dibayangkan, Orchard ini mirip dengan Malioboro di Yogyakarta  atau Kelapa Gading di Jakarta Timur, sedikit lebih luas daripada kawasan Full-entertainment nya Kemang Jakarta Selatan. Kelebihan Orchard adalah trotoar superluas dengan pohon rindang yang banyak hingga para turis nyaman berjalan kaki serta jalanan tidak macet sama sekali oleh mobil pribadi.

Sepenggal Cinta di Orchard Road Singapore
Sepenggal Cinta di Orchard Road Singapore

Kalau masuk ke dalam mall-mall sepanjang Orchard seperti Paragon, Takashimaya dan Ngee Ann City  isinya berbagai produk branded yang sama seperti kita temui di Jakarta. Harga juga relatif sama (malah terkadang Kate Spade atau Guess lebih murah di Jakarta)… Kok tahu? Soalnya habis belanja di Plasa Senayan dan masih ingat harganya ^_^

Oiya, karena trotoar sepanjang Orchad ini luas, lebar dan nyaman banget, maka banyak banget aktifitas launching produk atau aktifitas promo yang menarik di sana.  Pada hari yang bersamaan saat saya berjalan-jalan sambil cuci mata di Orchard Road Singapore sedang ada 3(tiga) event sepanjang trotoar yakni :

1. Singapore JewelFest 2011, pameran perhiasan model terbaru dari berbagai merk terkemuka seperti Mouawad (USA), Alfaberge (Rusia) dan Yvel (Israel)  yang memanjakan mata dan tak hentinya mengundang decak kagum dari setiap perempuan pengunjung pameran. Sayangnya di dalam ruang pameran, kita dilarang mengambil foto atau merekam gambar dengan gadget apapun demi alasan keamanan dimana seluruh lemari pajangan dibuat anti peluru. Seandainya bisa narsis ria, pengen rasanya berfoto dengan perhiasan Yvel yang dominan mutiara air laut .  Catatan : Saya rasa  mutiara Lombok jauh lebih indah bila designnya dibuat lebih serius dan detail.

Sepenggal Cinta di Orchard Road : Singapore Jewelfest 2011
Sepenggal Cinta di Orchard Road : Singapore Jewelfest 2011

2.  Launching FANTA rasa baru dengan para SPG bergaya ceria membagi-bagikan gelas tester. Wah, suasananya meriah banget… Buat pejalan kaki yang membeli 1(satu) tas berisi 3 pitcher Fanta rasa apa saja termasuk rasa baru tersebut, mendapatkan kesempatan untuk memutar “lucky wheel” berhadiah.

Suasana Orchard : Launching Fanta rasa baru dan Kedai 7Eleven yang unik
Suasana Orchard : Launching Fanta rasa baru dan Kedai 7Eleven yang unik

 

3. Launching Nokia N9 dengan Ninja-Ninja yang menyebarkan invitation card kepada publik agar datang untuk menyaksikan langsung dan dapat ditukarkan goodybag bahkan handset Nokia N9 bagi pengunjung yg beruntung. Uniknya, para Ninja ini jago PARKOUR dan mempraktekkan di seputaran Orchard. Oiya, buat yang belum tahu, Parkour adalah seni berpindah tempat melewati rintangan dari point A menuju point B hanya dengan mengandalkan kekuatan tubuh manusia seutuhnya. Info lebih jelas bisa klik disini.

Suasana Orchard : Foto Kanan bawah adalah dokumentasi launching Nokia N9 dengan para Ninja yang jago Parkour.
Suasana Orchard : Foto Kanan bawah adalah dokumentasi launching Nokia N9 dengan para Ninja yang jago Parkour.

 Sepenggal Cinta di Orchard Road Singapore

Nah, terus… Dimana letak sepenggal cinta? Hanya berdasarkan info teman, yang memberikan sedikit petunjuk : “Temukan sepenggal cinta sejati di seberang Takashimaya”  Akhirnya saya menemukan apa yang dimaksud. Ternyata wujudnya adalah sepasang suami istri manula yang berjualan eskrim potong (icebar) Wall’s yang secara tidak sengaja memiliki logo berbentuk heart alias hati.  “Ini mah… memang salah satu penjual / pedagang yang cukup lama berjualan disini,” pikirku.

Sepenggal Cinta di Orchard Road Singapore
Sepenggal Cinta di Orchard Road Singapore

Ditengah hiruk pikuk modernisasi Orchard Road dan langkah gegas para pejalan kaki, mereka berjualan hanya 1(satu) jenis eskrim yakni es krim potong yang dalam prakteknya membutuhkan 2(dua) orang untuk berjualan. Si Istri berperan sebagai marketing dan kasir. Dia menjelaskan bahwa ada 8 varian rasa, merekomendasikan rasa coklat dan strawberry bagi anak-anak, rasa taro (ubi ungu) bagi yang ingin mencoba rasa unik, atau durian sebagai rasa favorite yang paling digemari bangsa Asia. Setelah calon pembeli memilih rasa eskrim, si Istri menjelaskan 2 cara penyajian eskrim potongnya. Bisa dengan 1 tangkup roti tawar, boleh juga dengan wafer tipis. Semua dengan satu harga, kalau tidak salah 1.5 Singapore Dollar atau hampir Rp10,000. Seperti biasa, kami ngga mau rugi, jadi memilih roti tawar (karena ukurannya jumbo dan lebih tebal) plus rasa Durian sebagai isinya.

Setelah pesanan fixed, sang Istri memberikan instruksi kepada Sang Suami sesuai urutan pesanan, pria tua itu kemudian dengan cekatan  mengambil pisau dan talenan bersih dari dalam gerobak, memakai sarung tangan plastik (higinies banget yaa) kemudian mengeluarkan eskrim seukuran batu bata dari kotak pendingin. Setelah eskrim dipotong, roti tawar dikeluarkan dari bungkus plastik, eskrim diletakkan ditengah kemudian Ia menyerahkan eskrim sebesar hampir seukuran telapak tangan orang dewasa tersebut berdasarkan urutan pesanan sekaligus menawarkan tissu. Semua dilakukannya nyaris tanpa bersuara ^_^

Sembari Sang Suami melayani pesanan kami, Sang Istri mengulang kembali penjelasan dia kepada calon pembeli lain, sama persis titik komanya dengan yang kami dengar, hihihihii…. Setelah pesanan kami selesai, perempuan tua tersebut menyebutkan kembali detail pesanan kami dan menyebutkan total harga yang harus dibayar. Uang cash yang diterimanya dimasukkan ke dalam kaleng blek bekas biskuit.. persis seperti penjual tradisional di Indonesia. Hhhmmm Eskrim yummy… yang pasti sempat terekam oleh kameraku, pasangan tersebut masih menyematkan cincin emas kawin di jari manis kanan mereka…

Love is everywhere… Dan kutemukan satu di Orchard Road.

Sepenggal Cinta di Orchard Road Singapore

 

20 thoughts on “Sepenggal Cinta di Orchard Road Singapore

  1. Kapankah Indonesia sebersih itu jika bukan kita yang memulainya. Jangankan ditempat umum gitu, dalam truk yg biasa aku tumpangi pulang pergi kerja, teman-teman makan rambutan atau lainnya biji dan kulit dibuang didalam truk, besoknya sudah dibersihkan oleh paksupir, emang orang banyak ya balik lagi jadi kotor banget dan dilempar2 kesegala arah. Jadi inget ujian praktek saat SMA bahasa Indonesia. Tema pidato yang aku bawakan beda banget dengan semua teman2ku, aku mengangkat tema sampah. prihatin banget dengan sampah, ngapain hrs diinjak dan menjadi menjijikan jika menghasilkan uang??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *