Makassar, a little heaven for food lovers

Makassar, a little heaven for food lovers

Sulawesi pa’rasanganta
Butta passolongang ceratta
Anjjari tanggongang malompo
Ikatte tuma’ buttayya …. *potongan lirik lagu Sulawesi Pa’rasanganta ciptaan Mandjiah

Sayup-sayup potongan lagu tersebut lirih kunyanyikan saat pesawat menyentuh landasan  di Makassar medio Mei ini.  Walaupun telah 13 tahun menetap di Jakarta mencari seraup berlian… namun tetap ada secuil hati tertinggal di Makassar

Apa sih yang bikin aku selalu kangen? Nomor satu Keluarga dan Teman, nomor dua Kulinernya ^_^ #yummyyy

Buat saya, Makassar adalah salah satu surga bagi para pencinta kuliner Nusantara. Berbagai jenis kuliner baik yang asli Makassar hingga yang merupakan kuliner adaptasi dari budaya Cina, Jawa dan Semarang, ada disana.

Karena saya adalah pemakan “nyaris” segala, maka berikut beberapa rekomendasi kuliner di Makassar, if you want to catch a little (culinary) heaven ^_^ :

1. Sop Pallu Basa dan Alas – Lokasi Warung Pallu Basa Bandara Lama

Begitu tiba di Airport Hasanuddin, kita dapat segera mencicipi kedashyatan Sop Pallu Basa ini; Jaraknya hanya sekitar 7 menit karena letaknya di pinggir jalan menuju bandara lama. Sop dengan visual sederhana sekilas dapat meragukan. Tapiiii… kesan tersebut akan buyar sedetik setelah kita mengecap rasanya. Dengan kuah yang mendidih berwarna kecoklatan karena taburan bubuk kelapa goreng, kita akan menemukan “alas-nya” yakni telur ayam kampung mentah yang matang seketika serta memberikan rasa unik sekaligus tenaga.

Pilihan isinya terdiri dari daging, jantung, hati, daging pipi serta lidah. Kita dapat memesan “campur” yang berarti  seluruh pilihan isi akan dimasukkan dalam mangkok kita, atau hanya spesifik satu jenis saja. Harganya sama saja. Sop ini biasa dihidangkan dengan sepiring nasi hangat, kucuran jeruk nipis, sambal serta kecap bila suka. Harga satu mangkok Rp12,000 dengan sepiring nasi porsi besar Rp2000 saja.  Point : 8 of 10

 

Makassar, a little heaven for food lovers

2. Lumpia Sulawesi – Lokasi Jalan Lasinrang depan Mesjid

Salah satu cemilan khas saat sore hari di Makassar adalah Lumpia Sulawesi ini. Terletak dalam sebuah ruko; diapit oleh para kompetitor sejenis; Namun tetap bagi Saya, Lumpia Sulawesi inilah Juaranya ^_^.

Begitu masuk dan duduk, pelayannya akan otomatis menghidangkan Lumpia dengan jatah 2 buah untuk masing-masing pengunjung; Yang unik adalah sambelnya mirip Lunpia semarang namun disajikan panas, pedas-gurih dan mengundang kita untuk terus menyendokkan diatas Lumpia tersebut… Point 8 of 10

 3. Mie Kering HongLek – Lokasi Jalan Diponegoro

Nah, ini dia salah satu kuliner terkenal. Sebenarnya cukup banyak prototipe sejenis yang cukup terkenal, misalnya Mie Titi di jalan Irian, Mie Awak, serta Mie Anto di jalan Bali . Namun buat saya, Mie Kering HongLek lah yang paling yahud.

Dekorasi alias isi kuah siraman Mie Keringnya tidak hanya terdiri dari ayam dan bakso goreng; namun ditambah dengan cumi, udang dan suwiran kepiting. Rasanya? Dashyaatttt !! Porsi yang tersedia adalah kecil, besar dan jumbo. Bagi para pria, jangan langsung pilih porsi besar, karena porsi kecilnya sebenarnya sudah pas buat mengenyangkan diri. Saran saya pesan Mie Kering Special yang akan disertai dengan 1 mangkok kuah tambahan yang sarat dengan dengan ayam, cumi, udang dan suwiran kepiting. Agar lebih bombastis, jangan lupa menambahkan kucuran jeruk nipis, saos sambal dan acar cabe kecil yang memberikan “ledakan” di mulut. Harga porsi kecil special Rp25,000 ; yang besar Rp28,000  Point 9 of 10

4. Gogos dan Bayao – Lokasi berbagai warung kopi di Makassar

 

Gogos sebenarnya sejenis beras ketan putih / hitam yang dibungkus dengan daun pisang; Isinya biasa terdiri dari abon atau suwiran ikan pedas atau bahkan tanpa isi. Gogos ini kemudian dibakar diatas arang dan dihidangkan dengan Bayao alias telur asin. Sambil ngopi dan bercanda dengan teman, tak terasa bisa melahap 3 gogos dan 2 bayao.

Point 7 of 10

Bagaimanaaa? Ini baru referensi hari pertama yaa… To be continue

Makassar, a little heaven for food lovers

 

17 thoughts on “Makassar, a little heaven for food lovers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.