Mirza hilang! My asperger’s son

Mirza hilang! My asperger’s son

Mirza hilang! My asperger’s son

Mirza adalah nama panggilan kesayangan kami untuk anak laki-laki, buah hati kami yang pertama. Artinya Pangeran atau Putra mahkota. Saat dia berusia hampir 3 tahun, kami curiga akan perkembangannya verbalnya. Dia lancar berbicara, namun terkesan formal dan berbunga-bunga. Pembawaannya pun sangat sumeh (cair), gampang dekat dengan siapa saja. Menurut Dokter,Β  Mirza adalah anak Asperger.

Mirza hilang! My asperger's son
Mirza hilang! My asperger’s son

Para penderita sindrom Asperger memiliki kecenderungan lebih baik dibandingkan orang-orang lain dalam beberapa hal seperti matematika dan hitung-hitungan, tulisan, pengetahuan umum, ilmu alam serta pemrograman komputer. Banyak penderita sindrom Asperger memiliki cara penulisan yang lebih baik dibandingkan dengan cara mereka berbicara dengan orang lain. Mereka juga memiliki sebuah minat yang khusus yang mereka tekuni dan bahkan mereka menekuninya sangat detail, serta mereka justru menemukan hal-hal kecil yang orang lain sering dilewatkan atau diremehkan.

Dikutip dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Sindrom_Asperger

Dalam kehidupan sehari-hari, dapat terlihat perbedaan antara anak kebanyakan dengan anak asperger. Terutama gaya berbicaranya. Sebagai contoh, bila kita bertanya pada anak kebanyakan : “Mau makan apa, Nak? maka jawaban yang kita terima biasanya : Ayam goreng, Bu” Pada anak asperger seperti Mirza jawabannya adalah : ” Bunda, Mas Mirza ingin makan ayam goreng yang enak ya… harus cuci tangan dulu lalu duduk rapi, makannya tidak boleh berantakan yaaa”

Nah, terkesan formal, resmi dan berbunga-bunga khan? Dan itulah yang terjadi dalam percakapan kami sehari-harinya dengan Mirza.

Hari senin tanggal 15 April 2013, seperti hari biasanya, kami berdua berangkat kerja setelah Mirza berangkat sekolah. Kegiatannya pada hari senin adalah makan pagi – mandi – berangkat sekolah. Pulangnya sekitar jam 12 siang akan diantar oleh mobil sekolah. Lanjut ganti baju, makan siang, kemudian, jam 1 siang ada Ibu Lisa, guru training yang mengajari Mirza untuk lebih fokus kepada pelajaran. Oiya, Mirza ini sangat gampang menghapal lho, untuk surah pendek dalam Al Quran, hanya satu kali mendengar, dia bisa menirunya dan melafalkannya dengan baik.

Bu Lisa ini biasanya mengajar dari jam 1 hingga jam 3 siang. Setelah itu Mirza akan istirahat di kamarnya untuk kemudian di sore hari jam 4-5 akan bermain.

Hari itu memang hari yang luar biasa. Berhubung kami tinggal di kompleks perumahan yang baru terhuni 5 kepala keluarga (dari total 36 rumah) ; penjagaan kompleks kami masih sangat longgar. Anak-anak dari luar banyak yang masuk untuk sekedar main sepeda atau layang-layang.

Naas-nya 2 PRT yang kami tugaskan menjaga Mirza, sibuk dengan hape masing-masing (informasi dari satpam dan prt lain yang kami tanyai) .Β Β  Mirza BABLAS keluar kompleks!

Dia melaju kencang dengan sepedanya tanpa ada yang menahan dan mencegah. Mba2-nya baru sadar 15 menit kemudian, dan saking ketakutannya, baru memberi informasi via telpon jam 6.30wib ; Dua jam setelah Mirza hilang.

Saya dan suami langsung minta tolong dengan Hardian dan Rendy, teman sekantor untuk pulang menggunakan motor. Estimasi kami adalah Jakarta sangat macet, mobil kami akan terhambat.

Selama perjalanan, saya sudah tak henti-hentinya berdoa. Ya Allohhh… Nyawa ini seperti tercabut, dan berusaha untuk menghilangkan pikiran-pikiran buruk.

Ada 8 tim yang mencari radius hingga 2-3km perumahan kami. Setelah berputar-putar hampir 1 jam lamanya tanpa hasil, Saya dan Hardian akhirnya berhenti di sebuah persimpangan tempat tukang ojek berhenti. Ada sekuriti disitu. Saya langsung menjelaskan dengan terengah-engah bahwa Mirza hilang sambil memperlihatkan foto Mirza bersepeda.

Sekuriti tersebut langsung berseru : “Bu, tadi saya dengar di HT, polwan dari polsek ciputat menemukan anak laki-laki di jalan raya dekat stadion Lebak Bulus; coba ke sana, Bu… Siapa tau itu anak Ibu. DEG! Lebak bulus? Itu khan jauh banget dari rumah? Sekitar 5 – 6 kilometer. Namun kami langsung menuju ke Polsek Ciputat dan berdoa semoga anak yang ditemukan itu adalah MIRZA.

Mirza hilang! My asperger’s son – perkiraan rute perjalanan Mirza

Waktu sudah menunjukkan hampir jam 8.30 malam. Belum sempat motor dihentikan, saya loncat ke dalam menuju tempat piket. Disanalah MIRZA terlihat sedang tertidur di pangkuan Polwan Putri, polwan yang mengamankannya dan membawanya ke Ciputat. Duuuhh Gusti… Jarak 2 langkah aku terjatuh di lantai. Serasa seluruh tenaga tercabut keluar. Aku sujud syukur. Air mata tak terbendung, dengan gemetar aku hubungi suami dan seluruh teman-teman yang membantu mencari. Bajunya basah oleh keringat, pipinya lengket. Kucium dia.

Mirza hilang! My asperger’s son

Selain itu banyak dukungan doa dan moril dari teman-teman di Facebook, bbm serta twitter. Entah ada ratusan kali akun twitterku berbunyi menandakan ada yang meng- RT atau mendoakan MIRZA agar lekas ditemukan. Teman-temanku, terima kasih banyak yang tak terhingga atas bantuan kalian. Nama kalian tidak dapat saya sebut satu per satu disini, kami sekeluarga mendoakan semoga amal kebaikan kalian diberi pahala olehNYA.

Ini benar-benar pelajaran yang sangat berharga bagi kami. Allah SWT masih mempercayaiku menjaga Mirza. Anak istimewa. Asperger. Ya Alloh.. Lindungilah kami.

Mirza hilang! My asperger’s son

 

 

 

 

 

 

 

 

69 thoughts on “Mirza hilang! My asperger’s son

  1. Alhamdulillah Mirzanya udah ketemu, semoga gak terulang lagi πŸ™‚

    Btw Kalau Mirza Asperger kemungkinan aku kebalikannya ya πŸ™‚

    Kalau ditanya , Hari Ini makan apa ?

    Jawab : Ngikut aja ^_^

  2. Syukur Alhamdulillah kalau sudah Mirza dalam keadaan baik mbak, cuma yang belum saya tahu itu Mirza sampai disana itu maen sendiri atau ada temennya atau diajak orang atau gimana mbak.

  3. saya yang belum punya anak, sudah panik dan membaca ini nangis…
    yaa Rabb, betapa penjagaan-Mu atas anak hebat satu ini masih memberikan kesempatan bertemu dengan Mama-nya
    Nggak kebayang se-stress apa Mama-nya

    *Mirza, kalau mau jalan jauh, ntar minta jemput tante aja, sekalian ke Surabaya ke Kebun Binatang, yuk #pelukcium

  4. alhamdulillah, berkat Rahmat Allah SWT serta do’a dan usaha dari kedua orangtua dan juga harapan besar dari teman2 IBN. dan mungkin karena kebaikan sang polwan juga hingga akhirnya Mirza terlelap dipangkuannya. sangat inspiratif ya kisah mbak dan Mirza ini, ya mudah-mudahan hal ini menjadi pelajaran bagi semuanya.

  5. kaget banget baca di facebook tentang Mirza hilang. Untunglah langsung ditemukan tanpa kurang apapun.
    Bagi orang tua seperti saya, anak adalah karunia yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata saking ajaibnya, dari tiada menjadi ada di tengah2 keluarga.
    Saya mengucap sukur, dan semoga tidak terulang kejadian ini.

    My pray also for the children victims of Boston Marathon Bombing.

  6. Mirza sedang menjalankan proses observasi untuk sebuah penemuan yg hebat di masa depan yg menggabungkan teknologi GPS, Maps dan Traffic πŸ™‚

    Welcome back, Asperger!

  7. Subhanallah…Alhamdulillah Mba Rika, Ananda Mirza sudah kembali ke pangkuan keluarga. Semoga Mirza selalu dilindungiNya kapanpun dan dimanapun ya mba.

  8. Syukur Alhamdulillah Mirza sudah ditemukan. Bagaimana bisa Mirza bisa sampai ke dekat Lebak Bulus itu ya?

    Tapi Mirza anak hebat…seneng kalau ada disampingnya. Grapyak dan mudah bergaul πŸ™‚

  9. Saya mungkin sedikit bisa merasakan bagaimana rasa Mbak Mubarika saat Mirza belum di temukan, karena dulu saya pernah ada di posisi Mirza :D. Itupun malam .. untung masih ingat jalan pulang sampai rumah jam 1 an, dan semua tetangga kerabat kebingungan, saya nya cuman bisa melonggo πŸ˜€

    Dan bersyukur Alhamdulillah, tidak terjadi apapun dengan Mirza.

  10. membaca cerita di atas, menggambarkan bahwa kita harus menjaga anak kita lebih hati-hati. baik dia anak berkebutuhan khusus maupun tidak.
    alhadulilah mbak, Mirza sudah ditemukan. alhamdulillah πŸ™‚

  11. turut bersyukur Riza bisa kembali kepada keluarga yang mencitainya setelah beberapa saat tersesat mencari jalan pulang ke rumah…
    Asperger bukan satu kelemahan tapi sebuah keajaiban dan anugerah,saya tahu persis karena sudahpuluhan tahun lebih bersamanya..
    salam buat Riza,semoga menjadi anak yang hebat seperti orang tuanya

  12. barusan aja baca pmnya mba Rika ada situs dengan judul mirza-hilang-my-asperger-son, saya langsung ke tkp untuk baca.. alhamdulillah Mirza ditemukan, prt jaman sekarang mainannya hp terussss, gimana klo mereka punya gadget tab ya mbak? *cubit prtnya mba Rika*

  13. Alhamdulillah udah berkumpul kembali ya Mbak Rika, dan ternyata begitu kronologinya, dan saya baru tau kalo Mirza Asperger dan baru tau apa itu Asperger, Mirza keren! πŸ˜€

  14. Jarak 2 langkah aku terjatuh di lantai. Serasa seluruh tenaga tercabut keluar. << Bacaan pada baris ini membuat air mata saya berlinang, persis seperti apa yang saya rasakan pas melihat ayah. dan alhamdulillah Mirza ketemu, sepat gede dek mirza semoga saya bisa berjumpa dengan anak asperger’s …

  15. My Asperger, sempet nyari di kamus tapi gk ketemu artinya hehe…
    Alhamdulillah Mirza sdh kembali semalem ikut.seneng πŸ™‚

  16. Alhamdulillah …

    Semoga tidak terulang kembali kejadian seperti itu, ya mbak.
    Karena saya merasakan kepanikan yang luar biasa seperti itu sejak anak sulung saya berusia 4 tahun, hingga usianya kelas 5 SD.

    *)Ia titipan Allah yang sangat ‘luar biasa’.

  17. Alhamdulillah Dek Mirza sudah diketemukan dan tak ada hal-hal buruk yang menimpanya. Wah, hape ternyata bisa bikin tledor juga ya.. Duh, kasihan Dek Mirza, sampek ketiduran gitu. Paling capek banget ya sepedaan…

  18. Duh, Alhamdulillah, bisa bertemu lagi dgn ananda tercinta, ya. Semoga jadi anak yang sholeh, ya, Mirza. Lain kali, kalau mau main, pamit dulu, ya…*cium jauh.
    Anak2 kadang memang bikin panik, ya, Mbak. Anak saya pernah gak bisa dihubungi waktu lagi ikut study tour di sekolahnya. Bolak balik sms dan telepon nggak nyambung2. Biar perginya bareng temen2 dan ada gurunya, tetap aja deg degan. Pas pulang, dia cerita, di lokasi study tour emang gak ada sinyal. jadi sms dan telepon saya baru ketahuan pas udah nyampe rumah. Biar udah SMU, yg namanya anak tetap aja kalau gak bisa dihubungi jadi deg degan juga. Salam kenal. *malah curhat

    1. Anak memang “jantung hati” kita, mbaa… Dia lah yang memberikan nyawa dan keceriaan hidup kita.
      Semoga anak kita sebagai salah satu amanatNYA dapat kita jaga dengan baik. Amin YRA

  19. Alhamdulillah, mba. Saya shock begitu dengar berita2 di twitter dan mendoakan Mirza. Tak terbayang bagaimana gelisah bercampur segalanya seperti yang mba Rika rasakan. Alhamdulillah Mirza sudah kembali, semoga Allah selalu melindungi anak-anak kita dan keluarga ya, mba. Amiiin *bighug

  20. Alhamdulillah … alhamdulillah mbak dan teman2 bergerak cepat ya sehingga hitungan jam saja bisa ketemu tapi sudah di radius 5 – 6km. Alhamdulillah Allah masih melindungi πŸ™‚

    Mudah2an jadi pelajaran buat PRTnya. PRT sekarang ya begitu itu modelnya mbak. Main HP sambil jaga anak, mana bisa? pa lagi kalo anak yang dijaganya termasuk aktif .. ck ck ck … *ikut gemas*

  21. Syukur alhamdulillah Mirza telah ditemukan dalam keadaan tidak kurang suatu apapun. Maaf ya, Mbak, saya beru mengetahuinya telat banget. Saya hanya bisa mendoakan semoga keluarga Mbak diberikan keberkahan dan keselamatan selamanya, amin. Saya sendiri baru tahu istilah asperger, tetapi dari penjelasan Mbak, tampaknya saya sering bertemu dan ngobrol dengan anak-anak asperger. Saya sukaaa sekali ngobrol dengan mereka karena bahasanya enak dan panjang, cocok menjadi penulis. Insya Allah Mirza akan menjadi anak cerdas yang bisa membahagiakan kedua orangtuanya. Jadi kepengen ketemu Mirza dan ngobrol dengannya, Mbak ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *